PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENUNJANG DI SMATER MERANGIN
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA DI SMATER MERANGIN
Nadyajordan.blogspot.com
BAB I
PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Pendidikan bukanlah sesuatu
yang tanpa masalah, dan untuk menyelesaikannya pun tidak dapat oleh satu pihak
saja namun harus menjadi pola pikir dari banyak pihak, tetapi bukan berarti
semua pihak juga ikut memutuskan masalah pendidikan ini. Karena jika semua ikut
memutuskan maka betapa kisruhnya dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal
yang harus diselesaikan dalam tubuh pendidikan itu sendiri, terutama tuntutan
atas peran strategis pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang kuat dan
berwibawa untuk mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa, telah mendorong
tumbuhnya berbagai inovasi dalam sistem pendidikan. Usaha pembangunan
pendidikan dengan cara-cara yang konvensional seperti membangun gedung-gedung
sekolah dan mengangkat guru baru, hal ini tidak lagi dapat dipandang sebagai
langkah yang mampu memecahkan masalah pendidikan. Pembaharuan pendidikan tidak
mungkin lagi dapat dilakukan dengan cara-cara yang lama dengan menggunakan
metode yang lama.
Seiring dengan perkembangan di
banyak bidang yang cenderung tidak menentu, tuntutan akan peningkatan kualitas
sumber daya manusia semakin muncul kepermukaan. Kedudukan strategis, baik
disektor umum maupun swasta, menuntut sumber daya manusia yang memiliki latar
belakang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga wajar jika motivasi publik tuk
terus menambah pengetahuannya melalui institusi pendidikan tinggi semakin
meningkat. Namun karena intensitas pekerjaan semakin bertambah, banyak kelompok
masyarakat yang ingin menempuh pendidikan sambil tetap bekerja. Untuk itu
kita harus bisa mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih
luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia,
jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan
sebelumnya. sistem tersebut juga mampu meningkatkan mutu pendidikan secara
merata. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka atau sistem
belajar jarak jauh, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.
Sistem belajar jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang tidak terikat
oleh segala peraturan yang mengikat seperti pada pendidikan konvensional.
Kondisi
geografis negara Indonesia yang unik, serta perubahan yang besar dalam
sistem pembangunan yang dipengaruhi oleh lingkungan secara global mengharuskan
kita untuk mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, luwes, dan dapat
diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, gender, lokasi,
kondisi sosial, ekonomi, maupun pengalaman pendidikan yang sebelumnya.
Sistem yang perlu dikembangkan dalam memperluas kesempatan pendidikan, juga
harus berfungsi sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan secara merata,
meningkatkan relevansi pendidikan sesuai dengan kebutuhan, dan meningkatkan
efisiensi dalam penyelenggraan pendidikan. Salah satu cara yang dapat digunakan
dan dapat dikembangkan dalam memecahkan persoalan tersebut adalah dengan
menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, yang mana sistem tersebut
merupakan salah satu subsistem dalam pendidikan nasional. Pendidikan
Jarak Jauh secara tersurat sudah termaktub di dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang "Sistem Pendidikan Nasional".
Rumusan tentang Pendidikan Jarak Jauh terlihat pada BAB VI Jalur, jenjang dan
Jenis Pendidikan pada Bagian Kesepuluh Pendidikan Jarak Jauh pada Pasal 31
berbunyi :
1. Pendidikan
jarak jauh diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;
2. Pendidikan
jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat
yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tata muka atau regular;
3. Pendidikan
jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang
didukung oleh sarana dan layanan belajar serta system penilaian yang menjamin
mutu lulusan sesuai dengan standard nasional pendidikan;
4. Ketentuan
mengenai penyelenggarakan pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Ini menunjukan kepada kita bahwa
pendidikan jarak jauh merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung.
Pemerintah merasakan bahwa kondisi pendidikan negeri kita perlu terus dibenahi,
dan tentunya diperlukan strategi yang tepat, terencana dan simultan. Selama ini
belum tersentuh secara optimal, karena banyak hal yang juga perlu dipertimbangkan
dan dilakukan pemerintah didalam kerangka peningkatan kualitas sector
pendidikan. Pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah
melalui berbagai upaya, baik melalui Belajar Jarak Jauh yang dikembangkan oleh
Universitas Terbuka, mapun Pendidikan Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Pusat
Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional, melalui
program pembelajaran multimedia, dengan program SLTP dan SMU Terbuka,
Pendidikan dan Latihan Siaran Radio Pendidikan.
Berkenaan dengan itu, yang pasti
sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan
kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke
tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus
sekolah, baik untuk pendidikan dasar, menengah. Demikian pula bagi para guru
yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat
bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pergunungan, dan banyak pula yang
dipisahkan antar pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui
program pendidikan jarak jauh mutlak terbuka lebar. Perlu dicatat bahwa
pemerintah telah melakukan dengan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu
sumber daya manusia. Upaya keras yang dilakukan adalah berkaiatan dengan
lokalisasi daerah terpencil, pedalaman yang sangat terbatas oleh berbagai hal,
seperti transportasi, komunikasi, maupun informasi. Hal ini sesegera mungkin
untuk diantisipasi, sehingga jurang ketertinggalan dengan masyarakat perkotaan
tidak terlalu dalam. Sehingga kesepakatan untuk melaksanakan program
peningkatan Sumber Daya Manusia dalam hal ini "Guru" dapat terwujud
sesuai dengan apa yang direncanakan.
2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
di atas, diperoleh beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah
Pengertian Sisitem Pembelajran Jarak Jauh ?
2. Apa
saja Prinsip-Prinsip Sistem Pembelajaran Jarak Jauh ?
3. Bagaimanakah
Pengembangan Pembelajaran Jarak Jauh ?
4. Apa
saja Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh ?
5. Apa
saja Karakteristik system Pembelajaran Jarak Jauh ?
2.3 Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan
akan tercapai, setelah membaca dan memahami makalah ini, yakni sebagai berikut:
1. Mengetahui
Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh
2. Mengetahui
Prinsip-Prinsip Pengembangan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh
3. Mengetahui
Bagaimanakah Pengembangan Pendidikan Sistem Pembelajaran Jarak
4. Mengetahui
Apa saja Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh
5. Mengetahui
Apa saja Karakteristik system Pembelajaran Jarak Jauh
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sistem Belajar Jarak Jauh
Belajar jarak jauh bukanlah suatu hal
yang baru dalam dunia pendidikan mengingat cara belajar ini sudah dikembangkan
sejak tahun 1970-an. Bila dianalisis secara gamblang saja maka dapat
dikatakan belajar jarak jauh merupakan suatu
bentuk system pembelajaran yang proses pembelajarannya
jauh dari pusat penyelenggaraan pendidikan dan bersifat mandiri. Pendidikan
jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang membebaskan pebelajar untuk
dapat belajar tanpa terikat oleh ruang dan waktu dengan sedikit mungkin bantuan
dari orang lain.
Komunikasi yang berlangsung pada
system pembelajaran ini bersifat komunikasi tidak langsung, artinya proses
pembelajaran dilakukan dengan perantaraan dalam bentuk media cetak maupun
multimedia yang dirancang khusus. Kalaupun ada kontak langsung, bukanlah suatu
proses proses pembelajaran, namun suatu kegiatan tutorial untuk menyakinkan
bahwa materi pembelajaran yang disampaikan kepada pebelajar melalui media
benar-benar mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana yang telah dirumuskan.
Menurut HarinaYuhettu (2002) ada
beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari pendidikan jarak jauh antara lain:
1. Dapat
dipercepatnya usaha memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasaran kerja.
2. Dapat
menarik minat calon peserta yang banyak.
3. Tidak
tergangggunya kegiatan kehidupan sehari-hari karena pola jadwal pembelajaran
yang luwes.
4. Harapan
akan meningkatnya kerjasama dan dukungan pengguna lulusan atau keluaran.
B. Hakekat
Pendidikan Sistem Belajar Jarak Jauh
Hakekat pendidikan merupakan
suatu proses pembentukan kepribadian dan peningkatan kemampuan melalui berbagai
kegiatan pengembangan dan pembelajaran. Adapun hakekat pendidikan sistem
belajar jarak jauh ini adalah[1]:
1. Pendidikan
sepanjang hayat
Salah satu bentuk hak azasi
manusia adalah bahwa setiap manusia mulai dari kandungan hingga lianglahat
berhak untuk memperoleh yang diperlukannya untuk pertumbuhan dan perkembangan
dirinya sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
2. Pemberdayaan
Pelajar/ Warga Belajar
Sistem pendidikan ini juga
memperhatikan kepentingan pebelajarnya, kondisi, dan karakteristik mereka.
Dengan cara menyelenggarakan berbagai pola pilihan pembelajaran, sumber belajar
dan strategi dan pengelolaannya. Hal ini sesuai dengan tuntutan dari kebutuhan
pendidikan formal, hanya saja peserta diberi kebebasan untuk menentukan yang
terbaik bagi dirinya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan
lancar.
Kondisi dan karakterisik peserta
didik adalah keadaan pribadi dan lingkungan yang menunjukkan kemampuan,
hambatan, dan peluang yang berbeda-beda.Kondisi seperti ini tidak seharusnya
dijadikan alasan untuk tidak memberikan kesempatan belajar bagi pebelajar.
3. Pemberdayaan
Lembaga Pendidikan
Pelaksanaan proses pembelajaran,
sistem pendidikan ini perlu diselanggarakan oleh lembaga pendidikan yang khusus
dirancang untuk keperluan itu. Bentuk-bentuk lembaga pendidikan yang
dikhususkan saat ini sudah terdapat Universitas Terbuka, Sekolah Dasar PAMONG,
dan SLTP terbuka.Tujuan dari adanya lembaga pendidikan ini adalah untuk
memusatkan kegiatan yang bersangkut paut dengan pelaksanaan pendidikan ini.Hal
ini dinamakan pelayanan operasional yang dilakukan secara memusat, mencakup
registrasi, penyediaan bahan pelajaran, bantuan belajar (tutorial), dan ujian
yang paling sederhana yang dilakukan melalui komunikasi pos.
C. Prinsip
Pendidikan Sistem Belajar Jarak jauh
Untuk pembuatan program ini
dititikberatkan pada prinsip-prinsip pendidikan jarak jauh, diantaranya adalah
sebagai berikut[2] :
1. Prinsip
Kemandirian
Prinsip ini diwujudkan dengan
adanya kurikulum yang memungkinkan dapat dipelajari secara independent
learning, pebelajar dihadapkan pada pilihan yang terbaik bagi dirinya
sendiri, dari mulai pembentukan kelompok belajar, program pendidikan yang
digunakan, pola belajar yang disukai, mengunakan sumber belajar yang tepat
sesuai dengan kebutuhan. Penyelesaian program yang ditentukan sendiri oleh
pebelajar.Bahan-bahan pelajaran yang disediakan berupa paket-paket yang dapat
dipilih oleh pebelajar, yang didukung oleh pembimbing atau tutorial dan ujian
yang dirancang dengan pendekatan belajar tuntas.Pebelajar belajar dengan
mandiri dengan sesedikit mungkin melakukan pertemuan dengan tutor yang
bersangkutan.
2. Prinsip
Keluwesan
Prinsip ini diwujudkan dengan dimungkinkannya
peserta didik untuk memulai, mencari sumber belajar, mengatur jadwal dan
kegiatan belajar, mengikuti ujian dan mengakhiri pendidikannya di luar
ketentuan waktu dan tahun ajaran.Dikatakan luwes, pebelajar dimungkinkan untuk
berpindah dari pendidikan formal ke pendidikan non-formal atau sebaliknya dari
pendidikan non-formal ke pendidikan formal.
3. Prinsip
Keterkinian
Prinsip ini
diwujudkan dengan tersedianya program pembelajaran yang pada saat ini
diperlukan (just-in-time).Hal ini berbeda dengan sistem pendidikan
dan pelatihan konvensional yang program atau kurikulumnya termasuk buku-buku
yang tersedia, dirancang untuk mengantisipasi keperluan masa mendatang (just-in-case).Kecepatan
untuk memperoleh informasi yang baru merupakan suatu peluang untuk dapat
bertahan dan berkembang dalam persaingan bebas.
4. Prinsip
Kesesuaian
Prinsip ini terwujud dengan
tersedianya sumber belajar yang terkait langsung dengan kebutuhan pribadi
maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan masyarakat. Sumber belajar
tersebut bobotnya harus setara dengan kompetensi yang diperlukan, tetapi
disajikan dalam bentuk
yang sederhana yang dapat
dipelajari sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain. Prinsip ini
disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang pebelajar.
5. Prinsip
Mobilitas
Prinsip ini diwujudkan dengan
adanya kesempatan bagi pebelajar untuk berpindah lokasi, jenis, jalur dan
jenjang pendidikan yang setara setelah memenuhi kompetensi yang diperlukan.
6. Prinsip
Efisiensi
Prinsip ini diwujudkan dengan
pendayagunaan berbagai macam sumber daya dan teknologi yang tersedia seoptimal
mungkin. Pemberdayaan segala sumber disekeliling pebelajarakan membantu
pebelajar untuk dapat menggunakan sumber tersebut sebanyak mungkin, sehingga
pebelajar tidak merasa kerepotan mengenai sumber belajarnya.
D. Perkembangan
Pendidikan Sistem Belajar Jarak Jauh
Sistem pendidikan jarak jauh ini
awalnya ikut berkembang ke dalam masyarakat Indonesia yang dimaksudkan sebagai
salah satu pemecahan terhadap menjulangnya anak putus sekolah dan anak yang
belum sempat merasakan kehidupan pendidikan. [3]Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di
Indonesia sebenarnya telah berlangsung sejak lama. Menurut Hartilaar,
penyelenggaraan pendidikan jarak jauh sebenarnya sudah lama diterapkan di
Indonesia, yaitu sejak masuknya kolonial ke Indonesia.Namun perkembangannya
terhenti tanpa diketahui sebabnya.
Pada tahun 50-an muncul kembali
pendidikan jarak jauh dalam bentuk penataran guru tertulis. Tujuan dari
penataran ini adalah meningkatkan kualifikasi guru yang mengajar pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah.Bahan belajar pada penataran ini terbatas hanya
pada media cetak, yaitu modul.Untuk umpan balik terhadap peserta, bahan ajar
dikirim melalui jasa pos.
Pada awal tahun 70-an muncul
prakarsa baru dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yaitu munculnya penataran
guru dengan berbasis siaran radio. Media utama dalam penataran ini adalah
siaran radio yang dilengkapi dengan bahan penyerta cetak yang dikirim kepada
peserta.
Perkembangan selanjutnya dalam
rangka memajukan pendidikan jarak jauh ini maka dibentuklah pendidikan yang
dinamai PAMONG (Pendidikan Anak oleh Masyarakat Orang Tua dan Guru). Kegiatan
pembelajaran dilaksanakan dengan prinsip; belajar mandiri dengan menggunakan
modul, belajar dengan kelompok sebaya, kompetisi untuk berprestasi, fungsi guru
sebagai pengelola kegiatan belajar yang membantu pebelajar dalam memecahkan
masalah yang tidak dapat dipecahkannya, menggunakan lingkungan sebagai
sumber belajar, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dengan melibatkan
masyarakat sebagai narasumber.
Dengan dibukanya SLTP Terbuka
semakin menambah semaraknya perkembangan pendidikan jarak jauh ini pada tahun
1979.Pada tahun 1984, lembaga pendidikan tinggi mulai membuka diri untuk
melayani kebutuhan terhadap pendidikan dengan dibukanya Universitas Terbuka.
Agak berbeda dengan pendidikan terbuka lainnya, pada SLTP Terbuka dan
Universitas Terbuka media pembelajarannya yang digunakan lebih beragam.Mulai
dari modul, siaran radio, kaset audio video dan siaran televisi[4].
Mulai saat itu berbagai
inisiatif dilakukan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan jarak
jauh yang diselenggarakan berbagai lembaga pendidikan.lembaga-lembaga tersebut
memanfaatkan sistem belajar jarak jauh untuk meningkatkan sumber daya manusia
yang berada dilingkungan mereka masing-masing. Namun karena sumber-sumber yang
diperlukan untuk pengembangan program belajar jarak jauh yang baik amat
terbatas dan itu pun berserakan diberbagai tempat, inisiatif itu tidak tumbuh
dengan sehat.
Namun demikian, sejak berlakunya
ujian akhir nasional yang standar pencapaiannya menjulang tinggi, timbul
kembali fenomena baru dalam dunia pendidikan. Bagi anak-anak yang dinyatakan
tidak lulus dalam UAS ataupun UAN maka mereka dapat mengikuti ujian penyetaraan
melaui sekolah teruka. Mirisnya sekolah terbuka atau kejar paket ini dijadikan
seolah-olah pelarian.Tentunya ini mempengaruhi pamor sekolah terbuka, yang
menambah beban seolah-olah ini adalah sekolah pelarian? Namun yang lebih
mirisnya lagi masih ada juga perguruan tinggi yang “ragu-ragu” menerima surat
tanda tamat belajar dari sekolah terbuka, seolah-olah tidak percaya pada
kelegalan surat tersebut.
Namun perkembangan pendidikan
yang beragam, seperi adanya “homeschooling” menambah maraknya ragam
system belajar jarak jauh yaitu dengan melibatkan internet. Seandainya sekolah
system belajar jarak jauh dapat dimaksimalkan fungsinya dan adanya “sharing”
pada lembaga-lembaga yang ada, maka dapatlah dibalikkan judul dalam artikel ini
bahwa system belajar jarak jauh tetap menjadi pilihan!
E. Kelemahan
dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh
Jika Kita lihat prinsip-prinsip
di atas, penggunaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dapat sangat efektif,
khususnya bagi para peserta yang lebih dewasa dan memiliki motivasi kuat untuk
mengejar sukses dan senang diberi kepercayaan melakukan proses belajar secara
mandiri. Tetapi, kesuksesan Pembelajaran Jarak Jauh yang meninggalkan ketaatan
pada jadwal seperti pada proses pembelajaran tatap muka, bukanlah merupakan
suatu pilihan yang mudah baik bagi instruktur maupun peserta didik. Maka
dari itu PJJ memiliki keterbatasan sekaligus kelebihan. Berikut kelebihan
pembelajaran jarak jauh[5].
a. Tersedianya
fasilitas e-moderating di mana pendidik dan peserta didik dapat
berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet tanpa dibatasi oleh
jarak, tempat, waktu.
b. Peserta
didik dapat belajar atau me-review bahan pelajaran setiap saat dan
di mana saja kalau diperlukan.
c. Bila
peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara mudah.
d. Baik
pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melalui internet yang
dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu
pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
e. Peserta
didik dapat benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar-mengajar karena ia
senantiasa mengacu kepada pembelajaran mandiri untuk pengembangan diri pribadi[6].
Walaupun demikian, pembelajaran
jarak jauh juga tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kekurangan, antara
lain[7].
a. Kurangnya
interaksi antara pendidik dan peserta didik atau bahkan antarsesama peserta
didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam
proses pembelajaran.
b. Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya
aspek bisnis/komersial.
c. Masalah
ketepatan dan kecepatan pengiriman modul dari puast pengelolaan pembelajaran
jarak jauh kepada para peserta di daerah sering tidak tepat waktu, dank
arenanya dapat menghambat kegiatan pembelajaran[8].
d. Peserta
didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
e. Dukungan
administratif untuk proses pembelajaran jarak jauh dibutuhkan untuk melayani
jumlah peserta didik yang mungkin sangat
F. Karakteristik Pembelajaran
Jarak Jauh.
Menurut Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang dimaksud dengan
Pendidikan Jarak Jauh (PPJ) adalah pendidikan yang pesertanya didiknya terpisah
dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui
teknologi komunikasi, informasi, dan media lainnya. Soekartawi (2003)
memberikan karakteristik yang lebih spesifik dari PJJ yaitu sebagai
berikut:
Ø Kegiatan belajar
terpisah dengan kegiatan pembelajaran.
Ø Selama proses
belajar siswa selaku peserta didik dan guru selaku pendidik terpisahkan oleh
tempat, jarak geografis dan waktu atau kombinasi dari ketiganya.
Ø Siswa dan guru
terpisah selama pembelajaran, komunikasi diantara keduanya dibantu dengan media
pembelajaran, baik media cetak (bahan ajar berupa modul) maupun media
elektronik (CD-ROM, VCD, telepon, radio, video, televisi, komputer).
Ø Jasa pelayanan
disediakan baik untuk siswa maupun untuk guru, misalnya resource learning
center atau pusat sumber belajar, bahan ajar, infrastruktur pembelajaran).
Dengan demikian, baik siswa maupun guru tidak harus mengusahakan sendiri
keperluan dalam proses pembelajaran.
Ø Komunikasi antara
siswa dan guru bisa dilakukan baik melalui satu arah maupun dua arah (two
ways communication). Contoh komunikasi dua arah ini, misalnya tele-conferencing,
video-conferencing, e-moderating).
Ø Proses
pembelajaran di PJJ masih dimungkinkan dengan melakukan pertemuan tatap muka
(tutorial) dan ini bukan merupakan suatu keharusan..
Ø Selama kegiatan
belajar, siswa cenderung membentuk kelompok belajar, walaupun sifatnya tidak
tetap dan tidak wajib. Kegiatan berkelompok diperlukan untuk memudahkan siswa
belajar.
Ø Peran guru lebih
bersifat sebagai fasilitator dan siswa bertindak sebagai participant.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seperti pada pembahasan di atas
menerangkan bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan pembelajaran yang berciri
khas kemandirian.Pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu alternatif untuk
mengatasi suatu masalah dalam pembelajaran.Misalnya, memberikan kemudahan bagi
siswa yang mengalami kesulitan untuk mengakses pembelajaran karena jarak yang
yang jauh. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran jarak jauh ada beberapa faktor
yang harus diperhatikan, misalnya interaksi, pengalaman,dll.selain itu juga
dalam pembelajaran jarak jauh terdapat 9 prinsip dan unsur-unsur yang perlu
diperhatikan.
Pada pembahasan di atas juga
menjabarkan teori belajar mana yang ada dan sesuai untuk diterapkan dalam
pembelajaranjarak jauh, yakni teori behavioristik, kognitif, dan
psikomotor.Teori behaviorisme menjadi rujukan dalam mengembangkan desain
pembelajaran khususnya dalam bentuk pemberian umpan balik dalam latihan soal
dan petunjuk praktis dalam tugas.Teori kognitivisme menjadi acuan dalam
mengembangkan dan mengorganisasi materi serta aktivitas pembelajaran.Dan Teori
konstruktivisme menjadi inspirasi dalam mengembangkan bahan ajar, tugas dan
diskusi agar mengandung muatan-muatan yang bersifat kontekstual dan memberikan
pengalaman belajar peserta didik.
Sistem belajar jarak jauh
merupakan suatu alternatif untuk memperoleh kesempatan belajar bagi pebelajar
atau warga belajar yang karena berbagai alasan tidak dapat mengikuti pendidikan
pada sistem pendidikan formal atau konvensional. Pendidikan jarak jauh
ini merupakan sistem pendidikan yang bebas untuk diikuti oleh siapa saja tanpa
terikat pada batasan tempat, jarak, waktu, usia, jender dan batasan non
akademik lainnya. Sistem ini memberikan kebebasan kepada pebelajar atau warga
belajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara bebas dan
mandiri.Keberhasilan dari program pendidikan jarak jauh ini sangat tergantung
pada pihak-pihak yang saling membantu, baik itu dari pebelajarsendiri, lembaga
pendidikan yang menyelenggara, anggota masyarakat. Selain itu kita juga harus
lebih perduli terhadap perkembangan Sistem belajar jarak jauh ini meski telah
merupakan kegiatan yang sudah sejak lama sudah dilakukan oleh dinas pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
BuletinSLTP Terbuka. (2000).
Padang,Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP
Propinsi Sumatera Bara. edisi 3 tahun 2000
C.
AsriBudiningsih. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta.
Hamalik
Oemar. 1994. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh dan pembinaan Ketenagaan.
Bandung:
Trigenda Karya.
HamzahB.Uno.
2007. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Rusman.
2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sadiman, Arief S. (1999).
Jakarta.Jaringan Sistem Belajar Jarak Jauh Indonesia, Pusat
Teknologi Komunikasi dan
Informasi Pendidikan.Depdiknas.
Smith,
Mark K. 2009. Teori Pembelajaran dan Pengajaran. Yogyakarta: Mirea.
http://www.ica-sae.org/trainer/indonesian/p11.htm. Diakses
Pada Hari Rabu 11 November 2015.
http://choymaster.blogspot.com/2009/03/teori-belajar-e-learning.html.Diakses
Pada Hari
Rabu
11 November 2015
Diakses
Pada Hari Rabu 11 November 2015
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_Jarak_Jauh.
Diakses Pada Hari Rabu 11
November
2015
Teknologi Komunikasi dan
Informasi Pendidikan.Depdiknas.
Teknologi Komunikasi dan
Informasi Pendidikan.Depdiknas.
Propinsi Sumatera Bara. edisi 3 tahun 2000
Bandung:
Trigenda Karya.
Bandung:
Trigenda Karya.
Diposting 9th December
2015 oleh Unknown
0
Assalamualaikum warohamtullahi wabarokatuh...
BalasHapusSebelumnya mohon izin menanggapi artikel di atas yang berjudul
"PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN JARAK JAUH UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA DI SMATER MERANGIN"
Secara kebahasaan saya selaku pembaca sedikit gagal fokus dengan tulisan SMATER, mohon klarifikasi penulis apa yang Saudari Ibu Sri Sunarsih maksudkan??
Selanjutnya, secara cepat saya membaca keseluruhan ulasan bahwa belum ada yang menyinggung konten sesuai dengan judul yang dituliskan. Apakah saya yang kurang detail??
Akan tetapi ulasan membahas PJJ yang tersurat di atas secara umum dan luas. Hal ini juga dibuktikan pada rumusan masalah yang dituliskan pada artikel atau semacam makalah di atas yang tidak menyinggung sebagaimana judul yang dituliskan.
Yang ingin ditambahkan bahwa dalam dunia kerja beberapa prinsip PJJ yang dituliskan di atas sudah benar namun jika dalam kontek sesuai judul mungkin perlu dilihat lagi apa saja permasalahan yang menjadi handycap sehingga memunculkan prinsip-prinsip tertentu dan khusus yang nantinya membutuhkan solusi yang berkaitan dengan PJJ tersebut.
Demikian dan mohon maaf jika tanggapan saya tidak benar.
Terima kasih dan wallahu 'alam.