Pembelajaran Jarak jauh / Long distance Learning
ALTERNATIF PEMANFAATAN E-LEARNING UNTUK MENUNJANG DUNIA KERJA
Pendahuluan
Perubahan dari fokus terhadap
pengajaran (teaching) menjadi lebih fokus terhadap pembelajaran
(learning) merupakan manifestasi atas kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi dalam dunia pendidikan. Trend pengajaran (teaching) yang
dulunya menempatkan guru sebagai satu-satunya
komunikator aktif menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses
belajar mengajar, kini telah mengalami perubahan besar; guru (pendidik/
pengajar) dan siswa (pembelajar) telah ditempatkan dalam posisi yang
sama-sama aktif menggunakan teknologi dan media dalam proses pembelajaran
(learning). TIK sebagai media informasi yang luar biasa
telah menjadi sebuah kemajuan positif bagi dunia pendidikan. Sadiman dan
kawan-kawan (2009:7) menyimpulkan bahwa media
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari
pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa
sehingga proses belajar terjadi. Penggunaan TIK dalam hal ini tentunya dapat
diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Berbagai kelebihan dalam penerapan teknologi
instruksional seperti; penggunaan Web (E-Learning) dapat diasumsikan
sebagai salah satu faktor pendorong berkembangnya proses pembelajaran
pada institusi-institusi pendidikan nonformal. Salah satu contohnya
adalah SMAN 12 Merangin Terbuka yang telah
menerapkan teknologi komputer berbasis jaringan (network) dalam proses pembelajaran.
Penggunaan Web (Elearning) telah dijadikan sebagai salah satu metodologi
belajar yang menarik bagi para peserta didiknya.
Dengan metode pembelajaran seperti itu,
para siswa ditempatkan pada rangkaian belajar dimana
mereka secara aktif mencari dan memperoleh informasi dan bahan belajar
yang sangat luas dalam berbagai format media baik teks, gambar, video,
ataupun film dengan menggunakan Web (E-Learning) sebagai media. Dalam Uses and
Gratification theory dijelaskan bahwa khalayak memiliki kekuatan (aktif) dalam
menentukan pemanfaatan media massa termasuk media dalam internetsesuai dengan kebutuhan dan
kepuasan mereka
atas informasi yang dibutuhkan.
Sampai saat ini, SMAN 12 Merangin terbuka memiliki ratusan siswa yang tersebar di beberapa
kecamatan.
Semua cabang telah dilengkapi dengan fasilitas media komunikasi center
dengan akses internet yang memadai. Dengan fasilitas ini, semua level pembelajar
mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII diberikan
proporsi jadwal belajar bahasa Inggris secara khusus dalam multimedia center. Para guru telah memanfaatkan fasilitas
ini sabagai sarana mengakses Web untuk mendapatkan informasi yang lebih luas
tentang bahan belajar yang menarik bagi siswa, strategi pembelajaran yang efektif,
dan berbagai tools akademik.
Selain itu, melalui pengarahan dari
para guru
(teachers), para siswa (students) dapat mengakses
Web pada multimedia center secara langsung sebagai sumber informasi yang
luas yang tersedia dalam berbagai macam format media (multimedia);
teks, visial, audio, video, ataupun film yang menarik untuk belajar Bahasa
Inggris Rahmiah
(2002) dalam penelitian-nya tentang pengaruh penggunaan multimedia pembelajaran
terhadap prestasi belajar pada SMAN 12 Merangin Terbuka, menemukan bahwa
penggunaan multimedia pembelajaran cukup meningkatkan prestasi belajar.
Penelitian ini juga menemukan bahwa kelompok eksperimen yang
diajar dengan menggunakan multimedia pembelajan lebih tinggi prestasi belajarnya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diajar tanpa menggunakan multimedia pembelajar-an.
diajar dengan menggunakan multimedia pembelajan lebih tinggi prestasi belajarnya dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diajar tanpa menggunakan multimedia pembelajar-an.
9 Manfaat E-learning dalam pembelajaran
Kemajuan teknologi hampir telah
memengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi sangat membantu
manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Dunia pendidikan adalah dimensi yang
tak lepas dari pengaruh teknologi, keberadaan teknologi telah merubah dan
memberi sumbangsih yang sangat besar dalam dunia pendidikan. Namun selain
memiliki manfaat, kemajuan teknologi juga tidak lepas dari berbagai efek
negatif yang bisa ditimbulkan jika tidak bijak dalam menggunakannya
1. Pembelajaran lebih realistis dan
kontekstual
Manfaat yang bisa dirasakan dengan
dengan pembelajaran menggunakan media E-learning adalah pembelajaran menjadi
lebih realistis dan kontekstual. misalnya saja dalam penggunaan media proyektor
dan LCD dalam pembelajaran, dengan menggunakan proyektor, apalagi yang telah
disambung dengan komputer, guru bisa memutar video sebagai bentuk belajar yang
lebih realistis dan kontekstual. Dengan menggunakan video sebagai media
pembelajaran siswa bisa lebih memahami konsep yang dijelaskan oleh gurunya
karena siswa bisa menyaksikan secara langsung melalui tayangan video.
Beda halnya dengan metode pembelajaran
konvensional yang sebagian besar hanya didominasi oleh konsep abstrak sehingga
bisa saja membuat pemahaman materi pelajaran kurang maksimal. Akan tetapi
beberapa materi pembelajaran sebenarnya juga ada yang cocok menggunakan metode
konvensional dan sebagian lagi lebih cocok menggunakan pembelajaran dengan
penerapan E-learning.
Jadi semua tergantung dari kebutuhan,
dan menggunakan metode konvensional dan E-learning sangat tergantung dari
kapasitas seorang guru dalam mendidik, jadi bisa disimpulkan bahwa
kualitas guru menjadi faktor utama suksesnya suatu pembelajaran.
2. Penggunaan media E-Learning sangat efisien dan praktis
2. Penggunaan media E-Learning sangat efisien dan praktis
Manfaat
selanjutnya yang bisa dirasakan dengan menggunakan E-Learning dalam
pembelajaran adalah lebih efisien dan praktis. Jika biasanya guru harus membuat
media pembelajaran dengan cara manual dan kemungkinan besar media pembelajaran
yang dibuat tidak akan bertahan lama.
Maka lain halnya jika dengan menggunakan media
elektronik, selain media pembelajaran akan lebih tahan dan awet karena disimpan
dalam bentuk file, selain itu untuk menggunakan E-learning lebih mudah dan
praktis. Hanya perlu menyalakan laptop atau komputer dan disambungkan dengan proyektor,
siswa langsung bisa diperlihatkan materi-materi pelajaran yang akan dipelajari.
3. Penggunaan E-Learning bisa menghemat biaya
Selanjutnya manfaat dari E-Learning dalam
pembelajaran adalah bisa lebih menghemat biaya operasional dalam proses pembelajaran.
Dengan media E-Learning guru tidak perlu lagi susah payah membuat media
pembelajaran, karena beberapa media telah tersedia dalam berbagai bentuk
digital dan banyak tersedia di internet.
Jadi guru hanya perlu Googling di internet untuk
mencari media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan
diajarkan. Kebayang bukan jika setiap kali akan mengajar guru harus membuat
media pembelajaran, hal tersebut pastinya akan sedikit menguras biaya dan
waktu.
4.
E-Learning sebagai
sumber belajar
Jika dulu sumber belajar adalah buku, majalah
dan melalui kegiatan pembelajaran langsung di alam namun saat ini dengan
keberadaan media elektronik telah merubah gaya belajar siswa yang dulunya
bersifat konvensional menuju kearah yang lebih efektif dan praktis.
Media elektronik (E-learning) memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber belajar seperti buku, majalah dll yakni melalui media elektronik siswa bisa mengakses internet umtuk mencari materi pelajaran dari berbagai sumber sehingga pengetahuan siswa akan lebih kaya. Selain itu kemudahan dalam menemukan materi pelajaran melalui internet menjadi nilai plus tersendiri.
Media elektronik (E-learning) memiliki berbagai kelebihan dibandingkan sumber belajar seperti buku, majalah dll yakni melalui media elektronik siswa bisa mengakses internet umtuk mencari materi pelajaran dari berbagai sumber sehingga pengetahuan siswa akan lebih kaya. Selain itu kemudahan dalam menemukan materi pelajaran melalui internet menjadi nilai plus tersendiri.
5.
Berfungsi sebagai media pembelajaran
Manfaat media pembelajaran elektronik (E-learning)
bagi dunia pendidikan selanjutnya
ialah dengan keberadaan media pembelajaran
elektronik pembelajaran akan lebih bervariasi. Jika selama
ini guru hanya bisa memaparkan teori atau gambar tentang materi pelajaran
tertentu.
Namun dengan adanya media pembelajaran elektronik materi pelajaran yang dulunya hanya dijelaskan dengan metode ceramah bisa disaksikan langsung dengan keberadaan internet melalui tayangan video misalnya melalui YouTube sehingga pembelajaran tidak terkesan sebatas konsep semata namun bisa membuat pembelajaran menjadi konkret sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih berkesan.
Namun dengan adanya media pembelajaran elektronik materi pelajaran yang dulunya hanya dijelaskan dengan metode ceramah bisa disaksikan langsung dengan keberadaan internet melalui tayangan video misalnya melalui YouTube sehingga pembelajaran tidak terkesan sebatas konsep semata namun bisa membuat pembelajaran menjadi konkret sehingga pengalaman belajar siswa menjadi lebih berkesan.
6.
Membuat
siswa lebih pekah dengan kemajuan teknologi
Media
pembelajaran elektronik (E-learning) adalah bukti kemajuan luar biasa
dari peradaban manusia. Manfaat E-Learning bagi dunia pendidikan ialah
melalui media pembelajaran elektronik (E-Learning) siswa akan menjadi lebih
pekah terhadap teknologi sehingga mereka tidak gaptek (gagap teknologi).
Namun
jika tidak digunakan dengan bijak dan kurang mendapatkan bimbingan dari orang
guru maupun orang tua justru akan memberikan efek negatif bagi siswa. Sehingga
siswa maupun guru sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan media pembelajaran
elektronik
7.
Kelas online
Jika dulu untuk bisa mengikuti pembelajaran
harus berada dalam kelas dan melakukan tatap mata langsung dengan guru maka
dengan keberadaan media pembelajaran elektronik (E-Learning) khususnya komputer
yang bisa digunakan untuk mengakses internet gaya belajar mengalami sedikit
inovasi.
Dengan adanya internet siswa tidak harus
untuk hadir dalam kelas untuk mengikuti pembelajaran melainkan bisa mengikuti
pembelajaran melalui bantuan internet yakni melalui kelas online. Jadi
kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak semakin mudah dan efesien.
8. Memudahkan pelaksanaan ujian nasional
8. Memudahkan pelaksanaan ujian nasional
Manfaat E-Learning
Dalam Pembelajaran selanjutnya adalah dengan hadirnya
pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer yang selain menghemat biaya
pelaksanaan ujian nasional juga meminimalisir kecurangan dalam ujian.
Ujian
nasional berbasis komputer juga membuat proses pemeriksaan hasil ujian
nasional yang selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama menjadi lebih
singkat dengan hasil yang akurat.
9. Pembelajaran menjadi lebih meyenangkan.
9. Pembelajaran menjadi lebih meyenangkan.
Manfaat lain dari E-Learning Dalam
Pembelajaran adalah bisa membuat suasana pembelajaran lebih meyenangkan, hal
tersebut tak lepas dari banyaknya media pembelajaran yang bisa digunakan untuk
membuat pelajaran menjadi lebih seru dan menyanangkan. misalnya saja pemutaran video-video
bertema pendidikan.
Pembelajaran
yang serius juga bisa diselingi dengan kegiatan menonton film, khusunya film
yang memiliki banyak pesan-pesan positif bagi siswa, Dengan menonton film siswa
tidak hanya disuguhi dengan materi yang berisfat audio maupun visual namun
gabungan antara audio visual.
Jamal (2002) dalam penelitian-nya tentang
kontribusi daya tarik audio instruksional terhadap efektivitas pembelajaran di
SMAN 12 Merangin menemukan bahwa daya tarik audio bagi
pembelajar dan pebelajar yang sebagian besar berkategori sedang, berkorelasi
secara positif dan signifikan dengan efektivitas pembelajaran. Selain itu,
ketertarikan pebelajar yang bersifat saling
melengkapi dengan ketertarikan pem-belajar terhadap media audio berkorelasi
secara positif dan signifikan dengan efektivitas pem-belajaran.
Dengan kemajuan TIK yang semakin luar biasa sampai hari ini, menjadi
sesuatu yang penting untuk mengetahui secara mendalam seberapa jauh nilai tambah
yang dapat diperoleh dari pengunaan Web (ELearning) sebagai salah satu bentuk kemajuan
TIK yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Penggunaan Web (E-Learning) di SMAN 12 Merangin dapat dijadikan
contoh konkritnya.
Secara umum, teknologi dipahami dalam
berbagai interpretasi, mulai dari pengertian
sebagai perangkat biasa (hardware) hingga pada pengertian sebagai cara
sistematis dalam menyelesaikan masalah. Jika merujuk pada etimologi “teknologi”
dari bahasa Yunani “technologia”, dimana Techne berarti craft (keahlian)
dan Logia berarti saying (berbicara), maka Rogers (1996:12) menjelaskan bahwa teknologi
adalah sebuah desain untuk tindakan instrumental yang dapat mengurangi
ketidak-pastian (uncertainty) yang terjadi dalam hubungan sebab akibat (cause-effect
relationship) dalam mencapai suatu hasil yang diharapkan.
Dalam perkembangannya, tekno-logi menjadi
desain terpenting dalam kehidupan manusia untuk memperoleh informasi dan
berkomunikasi sebagai proses mencapai kepastian (certainty).
Sehingga, apa yang kini digunakan manusia
dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi dalam skala besar dan
tingkat jangkauan yang lebih luas merupakan
pengembangan teknologi yang disebut sebagai teknologi informasi dan komunikasi
(information and communication technology/ICT). Seiring perkembangan peradab-an, teknologi
informasi dan komunikasi telah hadir dalam
bentuk yang semakin maju untuk menyelesaikan masalah dan membantu dalam
pemenuhan kebutuhan hidupnya, termasuk dalam dunia pendidikan.
Pemanfaatannya telah dapat dirasakan dalam proses pembelajaran baik bagi
para guru dan siswa, ataupun mereka yang belajar
secara sendiri (selfinstructional). Pembelajaran
berbasis Internet sebagi bentuk kemajuan perangkat TIK memungkinkan
terjadinya pembela-jaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa
pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di
satu tempat yang sama.
Pemanfaatan teknologi video
conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi
Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung
ke jaringan komputer.
Pembelajaran sebagai proses komunikasi
Telah banyak pakar yang
me-ngemukakan definisi pembelajaran (learning) yang terus berkembang
hingga hari ini. Smaldino (2008:10) menarik sebuah kesimpulan bahwa
pembelajaran adalah pengembangan pengetahuan baru, keterampilan
atau perilaku sebagai interaksi individu dengan informasi dan lingkungan.
Lingkungan pembelajaran disusun oleh para guru dan
meliputi fasilitas-fasilitas
fisik, akademik dan atmosfir emosional, dan teknologi instruksional.
Dalam pembahasan yang lain, Sadiman
dan kawan-kawan (2009:12-16) menguraikan tentang belajar mengajar sebagai proses
komunikasi. Proses belajar mengajar atau pembelajaran pada hakikatnya
adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan
melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan.
Pesan, sumber pesan, salur-an/media dan
penerima pesan adalah komponenkomponen proses
komuni-kasi. Pesan yang akan dikomuni-kasikan adalah isi ajaran atau
didikan yang ada dikurikulum.
Sumber pesannya bisa guru, siswa,
orang lain
ataupun penulis buku dan prosedur media.
Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa
atau juga guru dalam proses pembelajaran.
Penggunaan Web (E-Learning) dalam proses
pembelajaran
Beragam definisi dapat ditemukan untuk
memahami apa yang dimaksud dengan e-learning (electronic learning). Victoria
L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada
semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer
(intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau
fasilitasi.
Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya
berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online
learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan
pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran
melalui jasa elektronik.
Meski beragam definisi namun pada dasarnya
disetujui bahwa e-learning adalah pembelajar-an
dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan
distribusi informasi. Dalam definisi
tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai
salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah
salah satu bentuk e-learning, pada umumnya
disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi
dengan teknologi internet.
Internet-based learning atau
web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah
Website (Web) yang dimanfaatkan untuk
menyaji-kan materi-materi pembelajaran. Penggunaan Web (E-Learning) membuat sekolah
atau institusi-institusi pendidikan tidak lagi kekurangan informasi dan
sumber-sumber pengetahuan untuk tujuan pendidikan, tidak terkecuali dalam
proses pendidikan yang berlangsung di Briton
International English School Makassar. Bahkan, pengetahuan tentang dunia secara
luas dapat dipindahkan ke ujung jari-jari para pembelajar.
Komunikasi yang dulunya masih terbatas pada
kertas, pulpen, dan surat menyurat, kini dapat
berlangsung sangat cepat dan dalam skala internasional, membuka wawasan baru
untuk perkembangan komunitas-komunitas pembelajaran (Judy Lever,
2008: 283).
Di dalam Web terdapat banyak kategori
sumber informasi yang dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Sumber-sumber
tersebut tersusun mulai dari publikasi professional secara online (online
professional publications) dan berbagai macam organisasi blog hingga video
konferensi. Pengguna Web dapat mencari format informasi sesuai ketertarikan
mereka karena informasi tersebut disajikan dalam format media teks, audio,
visual, dan video atau film. (Judy Lever, 2008: 285)
SMAN 12 Merangin yang didirikan
pada tahun 2006 dan berada dessa Pinang Merah, kecamatan Pamenang Barat. telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Fokus
dalam memberikan pelayanan bimbingan belajar jarak jauh atau yang disebut juga dengan SMA Terbuka,
SMAN 12 Merangin sebagai sekolah Induk yang menaungi beberapa TKB (Tempat
Kegaiatan Belajar) yang tersebar beberapa kecamatan yang terletak di kabupaten
Merangin dan menjadi lembaga
pendidikan formal yang berperan strategis di tengah-tengah masyarakat.
Peran stategis ini dijawab dengan perbaikan komitmen pelayanan standar
International yang ditandai dengan perubahan
status menjadi..
Keberadaan multimedia center ini merupakan
bagian penting dari silabus pembelajaran di SMAN 12 Merangin.
Multimedia center dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang
dapat dimanfaatkan oleh seluruh siswa untuk menunjang silabus pembelajaran.
Selain buku, novel, majalah, scrable, dan fasilitas berkumpul bagi siswa, failitas
utama pada multimedia center adalah komputer dan android berjaringan internet
yang memungkinkan siswa belajar dengan menggunakan bantuan Web (ELeraning).
Multimedia center dimanfaatkan untuk mengaplikasikan software khusus pembelajaran jarak jauh
bagi seluruh siswa Terbuka. Namun, saat ini lebih
difokuskan sebagai fasilitas akses web
(E-Learning) bagi program Professional (karyawan, pelamar kerja, dan
masayarakat umum) yang pola penggunaannya telah diatur
berdasarkan silabus pembelajaran. Keberadaan multimedia
center telah menunjang maksimalisasi silabus pembelajaran dan pengembangan
keterampilan siswa dalam belajar. Fasilitas ini perlu mendapatkan pengembangan yang lebih mutakhir untuk maksimalisasi
pelayanan pembelajaran, para siswa
telah mendapatkan
berbagai macam
nilai tambah (manfaat) dari proses belajar dengan
menggunakan Web (ELearning) pada multimedia center yang telah
diterapkan oleh sman 12 Merangin Peran dan Fungsi Multimedia center. Multimedia
center merupakan bagian penting dari silabus pembelajaran. Peran
utama multimedia
center adalah sebagai fasilitas penunjang proses pembelajaran berdasarkan
materi-materi yang telah disusun dalam silabus pembelajaran jarak jauh diepruntukan pada semua siswa
SMA Terbuka. Keberadaan
multimedia center ini merupakan bentuk pelayanan pembelajaran
yang memberikan siswa berbagai macam alternatif bahan belajar.
Berbagai fasilitas belajar
disediakan dalam multimedia center sebagai bahan penunjang
maksimalisasi beberapa materi belajar yang telah dibuat dalam silabus pembelajaran
jarak jauh.
Fasilitas yang paling dominan dalam multimedia
center adalah komputer dan android berjaringan
internet yang menjadi fasilitas akses web (E-Learning) bagi siswa.
Dengan kata lain, SMA Terbuka yang berindukan di SMAN 12 Merangin telah disediakan pembelajaran yang mengintegrasikan
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk kebutuhan
belajar sistem jarak jauh. Terkait pemanfaatan
inovasi (perangkat Tekonologi Informasi dan Komunikasi), Rogers dalam
teori difusi inovasi yang melihat bagaimana inovasi diterapkan dalam berbagai
bidang pemanfaatan, termasuk dalam bidang pendidikan, mengemukakan
tiga jenis keputusaninovasi (innovation-decisions), yaitu:
1. Optional Innovation-Decision; keputusan ini
dibuat oleh individu yang tidak berada (terpisah) di dalam suatu sistem sosial.
2. Collective Innovation-Decision; keputusan ini
dibuat secara kolektif (bersama-sama) oleh semua individu yang berada
dalam suatu sistem sosial.
3. Authority Innovation-Decision; keputusan ini
dibuat khusus untuk suatu
sistem sosial oleh beberapa individu yang menempati
posisi yang
berpengaruh atau memiliki suatu kekuasaan.
Keputusan untuk penerapan inovasi dalam
pembelajaran jarak jauh di SMAN 12 Merangin, setelah ditelusuri secara mendalam, maka
dapat disimpulkan bahwavKeputusan ini adalah tipe Authority Innovation-Decision. Menurut Rogers, Authority Innovation-Decision terjadi ketika
keputusan adopsi inovasi dibuat oleh segelintir orang yang menempati posisi
kekuasaan dalam sebuah organisasi.
Keputusan adaptasi inovasi di SMAN 12 Merangin
merupakan ketentuan yang telah dibuat oleh kepala SMAN 12 Merangin,
kepala bidang
IT, penaggungjawab bidang akademik dan para guru di SMAN 12 Merangin yang
secara hirarkis menempati posisi dan memiliki
kewenangan dalam struktur organisasi di SMAN 12 Merangin.
Keputusan tersebut kemudian digunakan dalam suatu sistem
pembelajaran di SMAN 12 Merangin Terbuka, yang telah disusun secara sistematis. Sehingga, pemanfaatan
teknologi melalui multimedia center dapat betul-betul menunjang proses pembelajaran. Dari
proses penelitian telah ditemukan bahwa sampai
saat ini keberadaan multimedia center yang menyediakan fasilitas
komputer dengan jaringan internet dan berbagai
fasilitas lainnya memiliki tiga fungsi yakni:
1. Sebagai sarana untuk mengakes web (E-Learning).
2.Sebagai sarana pembelajaran yang menarik dengan
penerapan teknologi informasi dan komunikasi untuk proses belajar siswa.
3. Sebagai sarana berkumpul dan diskusi bagi
siswa.
Smaldino dan rekan-rekannya (2008:4-5)
mengemukakan bahwa teknologi memiliki banyak aplikasi yang dapat
diterapkan kedalam semua area kurikulum. Dengan penerapan teknologi, para
siswa tidak lagi dibatasi dengan ruang kelas mereka.
Melalui multimedia center dan jaringan komuter yang ada di sekolah seperti
internet, dunia seperti berada dalam kelas para
siswa.
SMAN 12 Merangin terbuka dapat dilihat dengan jelas bahwa
para siswa telah memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mereka.
Melalui komputer dadn android berjaringan
internet, proses pembelajaran jarak jauh
dapat berlangsung lebih menarik, karena dengan bantuan Web (ELearning) sebagai
media informasi, para siswa dapat mengakses web untuk mendapatkan
informasi yang lebih luas dengan mudah dari berbagai sumber untuk kebutuhan
dan kepuasan belajar mereka di SMAT 12 Merangin. Akses
web melalui komputer dan android berjaringan
internet merupakan desain tindakan instrumental dari bentuk kemajuan
teknologi Infomasi dan
Komunikasi sebagai media pendidikan. Menurut Sadiman
dan kawan-kawan (2009:7) bahwa media pendidikan adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar bisa
terjadi.
Jika dikorelasikan dengan pendapat Rogers, maka
pemanfaatan Web sebagai media pendidikan dapat menjadi sebuah desain
instrumental yang lebih menarik dan dapat mengurangi ketidakspastian (uncer-tainty)
karena para siswa bisa memperoleh pesan dan informasi dengan
mudah, lebih banyak dan dalam jangkauan yang
lebih luas. Pembelajaran melalui multimedia
memungkinkan siswa mengakses informasi dan bahan belajar melalui Web
(E-Learning) untuk menjawab ataupun mengurangi ketidakspastian
(uncertainty) mereka atas apa yang ingin diketahui dalam proses belajar. Para
siswa dapat belajar secara bereklompok saat mengakses bahan belajar melalui
web. Seluruh informasi dan bahan belajar
yang ditemukan melalui web dicatat dan disusun untuk menjadi bahan presentasi
kelas.
Di sini para siswa dapat secara langsung berada
dalam rangakaian proses mencari, memperhatikan, mendapatkan, memahami, dan
menggunakan informasi. Mereka dapat mengasimilasikan pengetahuan
sebelumnya dengan pengetahuan baru yang didapatkan. Proses ini
akan membuat pengetahuan dan pemahaman siswa semakin berkembang.
Menurut Ausubel, salah satu pakar teori
kognitivistik dalam pembelajaran bahwa proses
belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang telah
dimilikinya dengan pengetahuan baru. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap
memperhatikan stimulus, memahami makna stimulus, menyimpan dan
meng-gunakan informasi yang sudah dipahami.
Jerome Bruner, dalam teorinya mengenai instruksional (theory of instructional)
menge-mukakan bahwa sebuah rangkaian belajar dimana pembelajar
menemukan materi-materi akan memberikan efek secara langsung terhadap
penguasaan tugas (Bruner dalam Smaldino, 2008:9). Bruner menegaskan bahwa hal ini
berlaku pada semua pembelajar, tidak hanya anak-anak, tetapi pada
semua level pembelajar.
Jurnal Komunikasi KAREBA Vol.
1, No. 4 Oktober – Desember 2011
Kurniawan: Penggunaan Web (E-Learning)
Fungsi yang lain dari multimedia center adalah
sebagai sarana berkumpul dan diskusi bagi siswa. Hal ini ditunjang oleh
berbagai failitas yang dapat dimanfaatkan oleh siswa saat mereka berkumpul baik
sebelum ataupun sesudah jam belajar. Selain komputer yang dilengkapi
dengan akses internet, multimedia center juga dilengkapi dengan perpustakaan
mini. Dengan demikian,
ketertarikan siswa untuk belajar akan semakin
ditunjang dengan fasilitas yang ada di multimedia center. Nilai tambah yang diperoleh siswa dari penggunaan
Web (E-Learning) melalui Multimedia center. Pola ini
dibuat sebagai upaya untuk memastikan bahwa penggunaan web sebagai media
informasi bahan belajar melalui akses internet sebagai bentuk penerapan
teknologi informasi dan komunikasi dapat betulbetul menunjang pembelajaran jarak
jauh.
Dengan pola penggunaan yang telah dibuat
sampai sejauh ini, penggunaan web (E-learning)
melalui multimedia center telah memberikan berbagai macam nilai tambah
(manfaat) bagi para siswa dalam menunjang proses belajar mereka. Nilai tambah
yang diperoleh siswa dengan menggunakan web (E-Learning) melalui multimedia
center adalah sebagai berikut:
a. Para siswa mendapatkan lebih banyak informasi
dan bahan belajar yang terkini (up to date) dengan mudah, lebih cepat
dan detail (jelas).
b. Para siswa mendapatkan berbagai jenis informasi
dan bahan belajar dalam berbagai format media yang menarik
c. Keterampilan berbahasa Inggris para siswa
dapat berkembang khususnya keterampilan reading, writing, vocabulary, dan grammar.
d. Para siswa lebih aktif dan bersemangat karena
terlibat langsung dalam proses mendapatkan informasi dan bahan belajar yang
dibutuhkan dalam pembelajaran jarak jauh.
Judy Lever, 2008: 283 mengemukakan bahwa penggunaan
Web (ELearning) membuat sekolah atau institusiinstitusi pendidikan
tidak lagi kekurangan informasi dan sumber-sumber pengetahuan untuk
tujuan pendidikan. Bahkan, pengetahuan tentang dunia secara luas dapat
dipindahkan ke ujung jari-jari para pembelajar.
Komunikasi yang dulunya masih terbatas pada kertas, pulpen, dan surat
menyurat, kini dapat berlangsung sangat cepat
dan dalam skala internasional, membuka wawasan
baru untuk perkembangan komunitas-komunitas pembelajaran.
Pemanfaatan Web (E-Learning) sebagai media
untuk kebutuhan belajar dapat dijelaskan dengan uses and Gratification
Theory. Teori ini menjelaskan
tentang apa yang dilakukan media terhadap orang-orang dan apa yang orang
lakukan dengan media. Menurut teori uses and gratification, orang-orang dapat
memperoleh lebih banyak pengetahuan dan pengetahuan tersebut diperoleh
melalui media. Ada beberapa kebutuhan dan kepuasan bagi orang-orang yang
dikategorikan kedalam lima kategori:
1. Kebutuhan kognitif (Cognitive needs)
2. Kebutuhan afektif (Affective needs)
3. Kebutuhan integrasi personal (Personal Integrative
needs)
4. Kebutuhan integrasi sosial (Social Integrative
needs)
5. Kebutuhan untuk lepas dari ketegangan (Tension
free needs)
Pemenuhan kebutuhan kognitif (cognitive
needs), yakni kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan.
Dengan akses web, para siswa di Briton IES
memperoleh lebih banyak bahan belajar dan informasi terkini dengan mudah, lebih
cepat dan dalam jangkauan yang lebih luas baik dalam bentuk teks, gambar,
dan video untuk kebutuhan belajar mereka. Ini adalah salah satu keunggunalan
yang dimiliki dalam TIK seperti internet. Judy lever (2008) juga menerangkan
bahwa keunggulan dari internet adalah navigasi yakni kemampuan untuk
bergerak dengan mudah di dalam dan antar dokumen.
Dengan menekan sebuah tombol atau klik mouse,
pengguna dapat mencari erbagai dokumen di berbagai lokasi tanpa bergerak
dari komputer mereka. Dengan demikian, siswa bisa memperoleh
pengetahuan baru yang dapat mengembangkan pengetahuan
mereka sebelumnya.
Secara berkelanjutan, proses belajar dengan
menggunakan bantuan web dapat mengembankan pengetahuan dan wawasan para siswa.
Pemenuhan kebutuhan afektif (affective
needs) siswa melalui penggunaan web dapat terlihat dari ikap antusias saat belajar di multimedia. Siswa yang
kurang aktif (terkesan pasif) dan kurang bersemangat dalam proses pembelajaran di
kelas, menjadi lebih aktif dan bersemangat saat belajar dengan menggunakan web
pada multimedia center.
Di sini, siswa terlibat aktif secara langsung dalam
sebuah rangkaian proses mencari, memperhatikan, mendapatkan, memahami,
menyimpan dan menggunakan informasi. Saat mendapatkan bahan atau informasi
di web, para siswa berupaya memahami dan menyimpan (mencatat) informasi
penting dan disusun menjadi bahan presentasi. Setelah belajar pada multimedia
center, mereka mempresentasikan bahan belajar yang ditemukan melalui web.
Dalam teori kognitivistik, Ausubel mengemukakan
bahwa proses belajar terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan
yang telah dimilikinya dengan pengetahuan baru.
Proses belajar akan terjadi melalui tahaptahap memperhatikan
stimulus, memahami makna stimulus, menyimpan dan menggunakan
informasi yang sudah dipahami. Selanjutnya, menurut Jerome Bruner dalam
teori instruksional (theory of instructional) mengemukakan bahwa sebuah
rangkaian belajar dimana pembelajar menemukan materi-materi akan memberikan
efek secara langsung terhadap penguasaan tugas (Bruner dalam Smaldino,
2008:9).
Menurut Jerome Bruner, bahwa belajar proses
belajar akan terjadi melalui tahap-tahap enaktif, ikonik, simbolik, dan virtual.
Proses belajar siswa di Briton dengan menggunakan web diawali dengan mengaktifkan
perangkat komputer (enaktif). Di depan komputer, para siswa berada
dalam proses menerjemahkan (memahami) semua ikon (ikonik) dan Jurnal
Komunikasi KAREBA Vol. 1, No. 4
Oktober – Desember 2011 Kurniawan: Penggunaan Web (E-Learning) simbol
(simbolik) sehingga dapat mengoperasikan komputer untuk mengakses web.
Bahan belajar dan Informasi yang ditemukan oleh
siswa di dalam web merupakan gambaran realitas yang dituangkan
dalam bentuk teks, gambar, animasi, video, ataupun film. Hal ini adalah proses
virtualisasi di dalam komputer yang ditampilkan melalui web.
Semua proses ini adalah kesatuan rangkaian
belajar yang dijalani siswa saat belajar di
multimedia center yang sangat mendukung pemenuhan kebutuhan kognitif dan
afektif mereka.
Pemenuhan kebutuhan integrasi personal
(personal integartive needs) dan integrasi
sosial (personal integartive needs) para siswa di Briton IES dapat didukung
melalui penggunaan Web.
Pembelajaran pada multimedia center menempat-kan
siswa di Briton IES secara aktif, kolektif, dan interaktif dalam sebuah rangkaian
belajar. Saat belajar di multimedia, siswa dibentuk kedalam beberapa kelompok
belajar. Mereka lebih aktif dan leluasa berdiskusi, membangun
kerjasama, dan saling mengisi peran dalam proses
belajar.
Untuk fokus pada pemenuhan kebutuhan
integrasi personal (personal integartive needs), di luar jam wajib belajar, siswa
dapat melakukan akses web secara sendiri (self-learning) tanpa arahan
langsung dari guru. Di sini mereka dapat mengakses
berbagai jenis informasi sesuai minat, ketertarikan dan kebutuhannya. Mereka juga
bisa mengakses informasi dalam berbagai format media yang menarik bagi
mereka baik dalam bentuk teks, gambar/animasi, video, ataupun film.
Para siswa di Briton IES dapat melakukan hal
tersebut sebelum jam belajar dimulai ataupun setelah
jam pelajaran usai.
Pemenuhan kebutuhan untuk lepas dari ketegangan
(tension free nedds), dapat diperoleh siswa melalui pembelajaran pada multimedia
center. Akses web pada multimedia center merupakan salah satu metodologi
belajar yang menarik bagi siswa di Briton IES. Dengan belajar pada multimedia
center, siswa dapat melepaskan ketegangan dan rasa bosan/jenuh
ketika belajar dikelas yang terkesan membuat mereka pasif dan membosankan.
Selain itu, keteganan (tension) yang muncul karena keinginan untuk
menjawab atau mengurangi ketidakpastian (uncer-tainty) dapat terselesaikan
dengan adanya akses informasi yang lebih luas dan cepat melalui web.
Di sini, siswa lebih aktif dan secara langsung bisa
mencari informasi yang dibutuhkan untuk menjawab ketidakpastian
yang dialami. Oleh karena itu, pembelajaran dengan bantuan web merupakan salah
satu alternatif metodologi belajar yang menarik bagi siswa.
Dengan segala manfaat yang diperoleh,
dapat disimpulkan bahwa Web (E-Learning) sebagai media dalam proses pembelajaran
Bahasa Inggris di Briton IES memiliki peran yang penting. Mc Known dalam
Rahmiah (2002: 36-37) menjelaskan bahwa media pembelajaran
dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik karena: (a) merupakan
sesuatu yang baru sehingga
menarik perhatian peserta didik, (b) memberikan
kebebasan pada peserta didik untuk belajar secara mandiri, (c) memungkinkan
peserta didik belajar tanpa bantuan guru. Selain itu, Sadiman dan kawan-kawan
(2009:17-18) menjelaskan bahwa penggunaan media pendidikan secara tepat
dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media
pendidikan berguna untuk: a. Menimbulkan kegairahan belajar; b. Memungkinkan
interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan
kenyataan c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri
menurut kemampu-an dan minatnya.
Patut dicermati bahwa proses pembelajaran dengan
menggunakan web sebagai media informasi telah menempatkan
siswa di Briton IES sebagai subjek aktif dalam mendapatkan informasi dan
bahan belajar yang mereka butuhkan. Tersedianya
berbagai informasi dalam berbagai format yang menarik tentunya akan
menimbulkan gairah tersendiri bagi siswa dalam
proses pencarian informasi belajar yang tentunya akan sangat berbeda ketika
hanya mengunakan buku dan materi
dari guru sebagai sumber utama informasi belajar
mereka. Degan kata lain, belajar dengan
menggunakan media pembelajaran seperti web tentunya akan mendatangkan banyak
manfaat. Rahmiah
(2002:37) mengemu-kakan beberapa manfaat tambahan yang dapat diperoleh dari
penggunaan media pembelajaran yakni sebagai berikut:
1. Menambah variasi dalam menyajikan materi
2. Memberikan pengalaman-pengalaman serta membuka
cakrawala yang lebih luas sehingga pendidikan lebih produktif
3. Mendorong terjadinya interaksi langsung antara
pembelajar dan pebelajar, sekaligus interaksi dengan lingkungan
mereka
4. Mencegah terjadinya verbalisme
5. Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
6. Menimbulkan semangat, meningkatkan gairah belajar,
pelajaran yang berlangsung akan lebih hidup
7. Informasi mudah dicerna dan tahan lama dalam
menyerap materi yang diajarkan (informasi sangat membekas dan tidak
dilupakan) Penggunaan Web (E-Learning) dalam proses
pembelajaran Bahasa Inggris siswa di Briton IES
memberikan gambaran yang jelas bahwa penerapan inovasi (perangkat TIK
yakni komputer berjaringan internet) dan pemanfaatan
media (Web) seperti yang dijelaskan dalam teori difusi inovasi dan
uses and gratification, dapat mendukung proses pembelajaran yang dianalisis
melalui teori instruksional dan teori kognitivistik dalam pembelajaran.
Hal ini dapat dilihat melalui berbagai macam
nilai tambah yang diperoleh siswa dengan menggunakan Web (E-Learning) dalam proses
pembela-jaran mereka di Briton IES.
Dengan demikian, temuan ini juga semakin
menegaskan bahwasanya pembelajaran merupa-kan proses komunikasi
dan komunikasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
Aspek-aspek dalam komunikasi (baik teori dan
praktik) merupakan hal yang berkaitan erat dan akan
mendukung kesuksesan proses pembelajaran. Dengan memahami aspek-aspek
dalam komunikasi dengan tepat, maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan
sukses.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
dalam penelitian ini, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Multimedia center berperan sebagai fasilitas
penunjang silabus pembelajaran Bahasa Inggris di Briton IES. Keberadaan
multimedia center dapat digunakan oleh para siswa sebagai
fasilitas pembelajaran untuk memaksimalkan materi-materi yang telah disusun
secara sistematis dalam silabus pembelajaran di Briton IES.
2. Fungsi multimedia center adalah sebagai sarana
untuk mengakses Web (E-Learning), sarana pembelajaran yang lebih
menarik dan interaktif karena lebih mendekatkan siswa dengan TIK untuk
pembelajaran Bahasa Inggris.
Serta, dapat berfungsi sebagai sarana berkumpul dan
diskusi bagi siswa.
3. Keberadaan multimedia center menjadi bukti
bahwa Briton IES telah mengintegrasikan inovasi (kemajuan TIK) untuk
pemanfaatan di bidang pendidikan. Keputusan penerapan inovasi dalam
pembelajaran bahasa Inggris di Briton IES adalah tipe Jurnal
Komunikasi KAREBA Vol.1, No. 4
Oktober – Desember 2011 Kurniawan: Penggunaan Web (E-Learning) Authority
Innovation-Decision. Telah disusun
secara sistematis.
4. Dengan pola penggunaan Web (Eleraning) yang
telah diterapkan di Briton IES, para siswa memperoleh berbagai macam
nilai tambah (manfaat), yakni: a. Mendapatkan banyak informasi dan bahan belajar,
yang terkini dengan mudah, cepat dan lebih detail. b. Para siswa
di Briton dapat mengakses informasi dalam bentuk teks, gambar,
dan sesekali dalam bentuk video yang menarik. c. Keterampilan
berbahasa Inggris para siswa dapat berkembang khususnya keterampilan reading,
writing, vocabulary, dan grammar. Siswa lebih aktif dan
bersemangat dalam proses belajar. Hal ini dikarenakan, siswa terlibat
langsung dalam rangkain belajar mulai dari mencari, memperhatikan,
mendapatkan, memahami, menyimpan, hingga meng-gunakan
informasi.
Daftar Rujukan
Abdullah, 1999. Pengembangan Kurikulum Teori dan
Praktek. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Badaruddin, Rahmiah. 2002. Pengaruh Penggunaan
Multimedia Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar: Suatu
Studi Komunikasi Pendidikan Pada Sekolah DasarInpres Bertingkat Labuang
Baji Makassar. Tesis.
Briton IES. 2010. Company Profile. Makassar: HRD
Briton IES Makassar
Brown, Douglas. 2001. Teaching by Principles: An Interactive
Approach to Language Pedagogy. Second Edition. New York. Addison Wesley Longman.
Buhori, Mochtar. 2009. Evolusi Pendidikan di Indonesia.
Yogyakarta: Insist Press.
Bulaeng. 2000. Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Makassar. Hasanuddin University
Press
Cope, Bill & Mary Kalantzir. 2011. Bruner’s Theory
of Instruction. New Learning; transformational
design for pedagogy and assessment. (online). (http://newlearningonline.com/newlearning/chapter-8-pedagogy-andcurriculum/bruner’s
-theory-of-instruction/, diakses14 Mei 2011)
Degeng, Nyoman Sudana & Yusufhadi Miarso. 1993.
Buku Pegangan Tekonologi Pendidikan:
terapan teori kognitif dalam disain
pembelajaran. Jakarta.
Deapartemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal
Pendidkan Tinggi.
Duffy, Judy Lever & Jean Mc Donald. 2008. Teaching
and Learning With Technology. Third Edition. New York. Pearson Education.
Gay, L.R. & Geoffrey E. Mills, Peter Airasian. 2006.
Educational Research: Competencies for Analysis
and Applications. Eight Edition. New Jersey.
Pearson Prentice Hall.
Gebhard, Jerry G. 2000. Teaching English as a Foreign
or Second Language: A Teacher Selfdevelopment and
Methodology Guide. Amerika.
The University of Michigan Press.
Griffin, EM. 2006. A First Look At Communication Theory.
Sixth Edition. New york.
McGraw Hill
Haryanto, Edi. 2008. Teknologi Informasi dan Komunikasi;
Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
sebagai Media Pembelajaran. Wikipedia, the Free Encyclopedia. (Online). (http://en.wikipedia.orgwikiTeknologi_Inform asi_Komunikasi/,
dikases 25 April 2011)
Herufal. 2010. Pengertian Teknologi. Trisakti Blogger
Community. (Online). (http://blog.trisakti.ac.id/herufal/,
diakses 25 April 2011)
Mappeare, Jamal A. 2002. Kontribusi Daya Tarik Audio
Instruksional Terhadap Efektivitas Pembelajaran Di
Sekolah Dasar Kabupaten Soppeng. Tesis.
McQuail, Denis. 1996. Teori Komunikasi Massa: Suatu
Pengantar. Edisi Kedua. Jakarta. Penerbit
Erlangga.
____________. 2000. Mass Communication Theory:
Fourth Edition. London. SAGE Publications
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar.
Bandung: Rosdakarya.
Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta.
LKiS Pelangi Aksara.
Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. 2006.
Pedoman Penulisan tesis san Disertasi. Edisi 4. Program Pascasarjana, Makassar
Print, Murray. 1988. Curriculum Development and Design: Second Edition. Australia: Allen &
Unwin
Pty Ltd.
Richards, Jack C & Theodore S. Rodgers. 2001. Approaches
and Methods in Language Teaching. Second Edition. Cambridge. Cambridge
University Press.
Rogers, Everett M. 2005. Communication Technology:
The New Media in Society. New York.
Free Press.



Assalamulaikum warohmatullahi wabarokatuh ...
BalasHapusSebelum izin menanggapi beberapa hal terkait dengan ulasan yang Ibu Sri Sunarsih tuliskan pada artikel di atas maka saya ingin mengapresiasi atas ulasan yang cukup panjang, lebar dan lengkap mengenai alternatif pemanfaatan pembelajaran jarak jauh dalam menunjang dunia kerja.
Beberapa hal yang ingin ditanggapi yaitu diantaranya:
1. Penulisan yang rapat akan memungkinkan pembaca sulit menangkap ide pokok dan akan sedikit membosankan sehingga dikhawatirkan pembaca akan melakukan skip terhadap ulasan yang ibu tuliskan;
2. Penulisan SMA N 12 Merangin pada deskripsi artikel di atas tidak perlu dituliskan secara berulang-ulang,cukup pada penjelasan awal yang menyatakan lokus pembahasan materi yaitu SMA N 12 Merangin dan selanjutnya dapat dinyatakan dengan "di sekolah tersebut";
3. Pada poin 9 disebutkan bahwa "Jamal (2002) dalam penelitian-nya tentang kontribusi daya tarik audio instruksional terhadap efektivitas pembelajaran di SMAN 12 Merangin menemukan bahwa daya tarik audio bagi pembelajar dan pebelajar yang sebagian besar berkategori sedang, berkorelasi secara positif ...." apakah benar Jamal melakukan penelitian di SMAN 12 Merangin, namun pada daftar rujukan tidak disebutkan siapa itu dan apa judul buku/penelitian yangdituliskan oleh Jamal tersebut?
4. Pada bab sebelumnya cukup banyak disebutkan dan dijelaskan mengenai pemanfaatan PJJ dengan web atau e-learning pada pembelajaran SMA Terbuka di SMAN 12 Merangin, namun pada bagian kesimpulan sama sekali tidak disinggung mengenai hal tersebut;
5. Yang terakhir dari saya terkait dengan konten pemanfaatan PJJ maka perlu dipahami bersama bahwa bahwa sebelum pada keputusan untuk melakukan penerapan bentuk PJJ seperti apa harus dilakukan analisis kebutuhan sehingga aplikasinya tepat sasaran dan tepat guna. Selain itu dalam konteks dunia kerja yang didukung oleh dunia pendidikan maka skill (keterampilan) yang harus atau ingin dicapai oleh pemanfaat PJJ juga perlu diperhatikan.
Demikian tanggapan saya mungkin terlalu panjang, saya mohon maaf jika kurang berkenan.
Terima kasih.
Terimkasih atas komentarnya bu dhita., untuk format penulisan jika terlalu kecil sepertinya tidk,, karena saya menggunakan front sizenya sesuai penulisan. tapi jika dirasa memang terlalu kecil insyaAllah nanti saya akan perbaiki. utnuk penulisan SMAN 12 Merangin sengaja terlalu banyakk saya tulis, karena sampai detik ini saya masih mengabdi di SMAN 12 Merangin. dan akan menjadi kebanggaan buat saya jika SMAN 12 Merangin dikenal dikalangan mastarakat, yang tidak hanya di Merangin saja.. tetapi diluar Merangin juga..
Hapuspada point 9. itu sebenarnya salah copas. arahnya bukan ke penelitian. pada kesimpulan saya lupa bu. Thank you for the comment.
https://www.youtube.com/watch?v=f7e1VFmMifc&feature=youtu.be
BalasHapus